Sunday, January 31, 2010

Apa Salahnya Bersenang-senang Ketika Kita Muda dan Apa Gunanya Kerja Keras?

Tentu saja tidak perlu mencari kesulitan yang tidak ada gunanya. Bagaimana pun, mereka yang menghindari kerja keras sedang melewatkan kepuasan dalam mengetahui mereka telah mencapai sesuatu.

Ketika saya masih seorang pemuda, saya mempunyai seorang teman yang unggul dalam segalanya dan dikagumi setiap orang. Maka Anda dapat membayangkan kekagetan saya ketika saya menerima sepucuk surat dari seorang teman lainnya dari masa-masa itu yang memberitahu saya bahwa orang ini telah berakhir dengan menjalankan "sebuah kehidupan menyedihkan yang hanya dapat digambarkan seperti neraka, penuh dengan penyakit dan masalah keluarga."

"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi kepada seseorang yang telah menunjukkan masa depan yang begitu menjanjikan di masa mudanya?" Anda mungkin akan bertanya. Hal ini kemungkinan besar adalah karena sudah dimanjakan dan dielu-elukan sejak usia muda, ia tidak pernah belajar apa itu kerja keras, ataupun apa artinya berjuang atau memperjuangkan sesuatu hal, ataupun apa itu sebuah kehidupan yang memiliki isi dan kedalaman sejati. Dengan berpikir bahwa semua yang ia dambakan akan dengan sendirinya jatuh ke pelukannya, ia mungkin lupa menantang diri sendiri, bahkan mungkin keluar dari jalur dengan menghindari usaha berat apapun.

-Soka Spirit, Januari 2010

Tuesday, December 8, 2009

[ACT] Accept, Challenge and Transform!

aCcEpT
Kesulitan melahirkan kebesaran. Semakin besar tantangan dan kesulitan yang kita hadapi, semakin besar kesempatan yang kita miliki untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia. Hidup tanpa kesulitan, hidup yang mudah dan nyaman, tidak menghasilkan apapun dan tidak meninggalkan apapun untuk kita.

ChALlENGE
Hidup adalah proses tantangan yang terus menerus. Mereka yang hidupnya penuh dengan tantangan yang tidak terbatas mewujudkan pertumbuhan yang tidak terbatas pula. Pada masa perubahan yang bergejolak, yang paling dibutuhkan manusia adalah vitalitas untuk menantang keadaan mereka, kearifan untuk membuka gudang harta pengetahuan, dan berjuang tanpa henti untuk menciptakan nilai.

TRANSFOrM
Kecenderungan manusia adalah mencoba menghindari tantangan dan mencari lingkungan yang mudah dan nyaman. Namun kebahagiaan tidak dapat ditemukan di tempat lainnya - kebahagiaan ditemukan di dalam diri kita. Jalan hidup sesungguhnya adalah mengubah tempat kita sekarang menjadi surga kebahagiaan tertinggi.

-Daisaku Ikeda

Hati Sang Raja Singa

Hari inipun karena memiliki hati sang raja dari singa sehingga hati kami berkobar untuk berjuang demi kemanusiaan, demi hukum dan demi diri sendiri.

-Daisaku Ikeda

Friday, October 30, 2009

Keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya

Ikeda: Di Bulan Juli tahun 2000, saya bertemu dengan Arun Gandhi, cucu dari Mahatma Gandhi, ketika Beliau mengunjungi Gedung Peringatan Makiguchi Tokyo. Ada satu kejadian yang Bapak Gandhi masih ingat dengan sangat jelas ketika beliau berumur 16 tahun. Suatu hari, Ia mengantar Ayahnya dengan mobil ke sebuah kota yang jauhnya sekitar 30km. Sementara Papanya menghadiri sebuah rapat di kota, Arun diminta ibunya untuk berbelanja dan diminta untuk men-servis mobil. Ia dengan terburu –buru menyelesaikan belanjanya dan meninggalkan mobilnya di bengkel. Kemudian dengan segera Ia pergi ke bioskop. Ia berpikir sepertinya bisa pergi nonton dulu selama mobil itu sedang diperiksa.

Akan tetapi setelah Ia terlena pada film itu, Ia tiba – tiba menyadari bahwa Ia telah telat 30 menit untuk jemput Ayahnya. Ia panik dan buru – buru ke bengkel mengambil mobilnya dan menuju ke tempat janjian mereka.

Ayahnya menunggu dengan khawatir. Arun berkata “ Saya harus menunggu karena perawatannya agak lama dari yang diperkirakan”. Tetapi kebohongannya tidak begitu berfungsi karena sebelumnya Ayahnya telah menghubungi bengkel tersebut.

Wartawan: Papanya pasti sangat marah.

Ikeda : Meskipun begitu, Beliau tidak marah sama sekali. Dengan sedih, Beliau berkata,” Kamu telah gagal untuk mengatakan yang sebenarnya. Ini mungkin berhubungan dengan cara saya mendidik kamu. Saya akan jalan ke rumah supaya bisa berpikir dimana kesalahan saya mendidik kamu.

Ayahnya mulai berjalan. Matahari sudah mulai terbenam dan disekelilingnya sangat gelap dimana disitu tidak ada tiang lampu. Itu adalah sebuah jalan yang penuh dengan lumpur melewati kebun tebu. Anak laki-laki ini tidak bisa lakukan apa – tetapi hanya bisa mengendarai mobil dengan pelan dan mengikuti dari belakang dengan menerangi cahaya pada jalan yang akan dilalui Ayahnya.

Wartawan: Apakah benar bahwa papanya telah berjalan sejauh 30 km?

Ikeda: Perjalanan itu memakan waktu 5 jam 30 mnt. Papanya yang sudah tua berjalan demi Arun. Ini pasti sangat lama bagi seorang anak muda. Arun Gandhi mengingat “ gambaran papanya yang sedang berjalan dengan khawatir dan sedih, saya bertekad bahwa saya tidak akan bohong lagi. Ketika saya akan dimarahi papa saya, saya akan tersadar “ Jadi agar tidak tertangkap bohong, saya akan melakukannya lebih baik lagi lain kali”, sampai sekarang, hati saya masih bergetar ketika saya mengingat kejadian tersebut.

Wartawan: Hal Ini kelihatannya juga sangat penting bagi kita orang dewasa.

Ikeda: Sebenarnya, apapun, mohon jadi orang yang memiliki keberanian. Orang yang memiliki keberanian adalah bahagia. Jika kehilangan keberanian, maka kehilangan segalanya. Sebaliknya, meski kehilangan segalanya tetapi berkeberanian, anda tidak akan kehilangan apapun dan hal yang terpenting tersebut akan selalu bersamamu.

Wednesday, October 14, 2009

Cinta sejati

Cinta sejati bukanlah dua orang yang saling berpelukan
Cinta sejati hanya dapat ditempa diantara dua orang kuat
yang mantap dalam kepribadian mereka masing-masing.
Orang yang dangkal hanya akan mendapatkan hubungan yang dangkal.
Jika Anda ingin mengalami cinta sejati,
adalah penting untuk pertama-tama mengembangkan jati diri yang kuat dengan tulus.

-Daisaku Ikeda

Sunday, October 4, 2009

Orang yang Menguasai Sebuah Buku

Saya selalu gemar mengumpulkan buku-buku walaupun bukan semuanya dibaca. Dalam kesibukan sekarang ini juga kadang-kadang menggunakan waktu sempit untuk jalan-jalan ke daerah Kanda yang dipenuhi dengan toko-toko buku, dan juga sering mengenang nostalgia dua puluh tahun lalu. Waktu itu tidak lama seusai perang, kehidupan masyarakat sedang berada dalam sebuah jurang penderitaan yang sulit untuk diutarakan. Karena keluarga saya berusaha di bidang pengelolaan rumput laut, sehingga masih dapat mendagangkan barang kami dengan barang lain, dan memungkinkan adanya tabungan walaupun jumlahnya sedikit. Ketika mendapatkan uang, saya yang sedang berada dalam masa remaja pada usia delapan belas - sembilan belas tahun, akan pergi ke Kanda untuk membeli buku. Dengan kaki yang letih saya mengunjungi setiap toko buku. Ketika saya berhasil menemukan buku murah dan juga buku yang saya inginkan, saya membelinya dengan gembira dan pulang ke rumah dengan semangat. Semenjak itu hingga beberapa tahun kemudian, saya mempunyai kebiasaan untuk sering berlangganan ke toko buku di Kanda pada malam hari.

Suatu pagi hari di musim semi, saya yang sedang sakit sambilan berjemur di sinar matahari pagi dan membaca buku, tiba-tiba sebuah kalimat dengan kuat mendapatkan perhatian saya, "Anda haruslah menjadi seorang yang menguasai sebuah buku". Membaca sebuah buku dengan teliti dan memikirkannya secara mendalam sehingga menjadi orang yang menguasai sebuah buku. Saya menganggap ini merupakan cara membaca buku yang sangat tepat dan penting. Besarnya pengaruh sebuah buku terhadap kehidupan seseorang adalah tidak dapat dibayangkan. Baik sastrawan besar seperti Goethe maupun Tolstoy, semuanya mempunyai 'sebuah buku'. Dan buku ini telah menjadi tiang kehidupan dan dasar dari semua karya tulisan yang terkenal dari mereka. Ini adalah sebuah contoh baik yang sangat terkenal. Teori ini juga berlaku bagi orang biasa seperti kita. Buku manakah yang harus dipilih? Ini adalah tergantung pada kebebasan kita masing-masing. Membaca sebuah buku dan diulang lagi sepuluh kali, seratus kali, hingga menjadi darah daging sendiri, dan kemudian digunakan dalam kehidupan sendiri. Ini merupakan sebuah hal yang sangat menggembirakan. Sekarang pun sama. Dalam lingkungan yang semakin kacau dan tidak menentu pandangannya, kita semakin tidak boleh kehilangan arah diri sendiri. Saya menganggap semangat yang sanggup bertahan dalam lingkungan demikian semuanya ditentukan oleh tekad hati untuk menjadi orang yang menguasai sebuah buku. Ketika kita menguasai sebuah buku dan menjadikan buku tersebut sebagai tiang pokok kehidupan, maka pasti akan menimbulkan minat terhadap buku-buku lain.

Orang yang tangannya selalu ada buku, dan membacanya halaman demi halaman, pasti dapat membangun sebuah fondasi untuk memikirkan secara mendalam dan mempertimbangkan matang-matang terhadap hal apapun juga. Seorang ahli filsafat pernah mengatakan, "Keluarga yang tidak membaca buku, adalah seperti keluarga yang tidak ada tuan rumahnya". Orang yang sungguh-sungguh menguasai sebuah buku adalah seperti orang yang kehidupannya ditatah dengan benang emas, begitu kuat hingga tidak akan hancur selamanya.

-Daisaku Ikeda

Tuesday, September 29, 2009

Tak Ada yang Terjadi Secara Kebetulan

Tidak ada yang terjadi secara kebetulan dan setiap orang telah memiliki apa yang mereka butuhkan untuk berbahagia dari dalam diri mereka. Kebahagiaan bukan sesuatu yang bisa diberikan oleh orang lain kepada kita, tetapi kebahagiaan harus kita dapatkan sendiri.

-Daisaku Ikeda